Konban wa !!!
Dinding penahan tanah memiliki 2 tipe, pertama , yaitu dinding penahan segmental konvensional. Dinding ini menahan gaya-gaya luar yang berasal dari tekanan tanah lateral dibelakangnya dengan mengandalkan berat sendiri tumpukan elemen-elemen segmentalnya. Umumnya, elemen-elemen dinding segmental dibuat dari beton cetak yang tidak bertulang. Stabilitas dinding bergantung padaberat dan dimensi dari elemen-elemen beton.
Dinding penahan segmental tipe kedua , yaitu dinding penahan segmental-tanah bertulang yang merupakan material komposit yang terdiri dari blok-blok dinding penahan segmental, tanah dan tulangan-tulangan geosintetik. Seperti halnya dinding penahan segmental konvensional, elemen-elemen dinding penahan segmental pada tipe dinding penahan segmental-tanah bertulang dibuat dari beton cetak tanpa tulangan beton di dalamnya, dengan bentuk yang juga bervariasi.
Pada dinding penahan segmen-tanah bertulang, dimensi dan kekuatan tulangan geosintetik, serta berat massa tanah urug berpengaruh terhadap kestabilan dinding penahan segmental. Umumnya, tulangan geosintetik terbuat dari bahan lembaran polymeric yang mempunyai kuat tarik tinggi. Ujung depan tulangan-tulangan geosintetik ini ditindih di antara elemen-elemen segmental. Panjang dari tulangan-tulangan disesuaikan menurut syarat stabilitas intern dan stabilitas extern. Pada hitungan stabilitas ekstern,dinding penahan dianggap sebagai satu system komposit yang terdiri dari tumpukan elemen-elemen segmental, tanah dan tulangan-tulangan.
Dinding penahan segmental-tanah bertulang dapat digunakan untuk :
a. Pangkal jembatan dengan struktur atas (upper structure) jembatan yang didukung oleh tiang-tiang,
b. Sayap jembatan
c. Pelindung tebing
d. Dan lain-lain.
Beberapa keuntungan pada penggunaan dindidng penahan segmental-tanah bertulang adalah :
a. Elemen-elemen dinding segmental terbuat dari beton tak bertulang, sehingga harganya relative murah dengan bentuk yang dapat divariasikan karena elemen permukaan terbuat dari beton, dibandingkan dengan dinding tanah bertulang dengan elemen permukaan (facing) yang ditekuk, maka dinding penahan segmental lebih awet.
b. Bila dibandingkan dengan dinding penahan konvensional yang terbuat dari beton atau pasangan batu, dinding penahan segmental-tanah bertulang dalam satu kesatuan merupakan satu system yang fleksibel, sehingga bila terjadi penurunan tidak seragam tidak mengalami kerusakan secara structural. Karena, elemen-elemen segmental yang pemasangannya hanya ditumpuk-tumpuk mudah menyesuaikan bentuk bila terdapat gerakan dinding.
(Nb: Dikutip dari “Trend Teknik Sipil Era Milenium Baru”)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar